Skip to content

JUnit

Juni 4, 2012

Unit Testing

Unite testing adalah sebuah kode yang ditulis oleh developer, yang digunakan untuk menguji bagian kecil/area spesifik dari suatu fungsionalitas dari kode yang akan ditest. Unit testing akan memperbaiki design code dan mengurangi waktu yang digunakan untukdebugging secara drastis.

Unit testing dilakukan oleh programmer yang menuliskan suatu modul/unit
tertentu. Test code tidak akan dikirimkan ke user, jadi hanya production code (kode yang digunakan dalam program utama) yang dikirim ke user. Unit testing dilakukan setelah programmer selesai menuliskan suatu kode/fungsi/method yang ada dalam
suatu class. Dapat juga dilakukan setelah menambahkan sebuah fungsionalitas baru atau setelah melakukan refactoring.

Unit testing membutuhkan suatu tools yang spesifik untuk tiap-tiap bahasa pemrograman. Dan tools tersebut terpisah dengan bahasa pemrograman. Beberapa contoh tools yang digunakan pada unit testing :

–       CUnit : digunakan untuk bahasa C

–       JUnit : digunakan untuk bahasa Java

–       VBUnit : digunakan untuk bahasa Basic

–       NUnit : digunakan untuk bahasa C# (baca: c-sharp)

–       PHPUnit : digunakan untuk bahasa PHP

Pada kasus ini aka dibahan unti testyang digunakan untuk bahasa Java (JUnit)

JUnit adalah sebuah testing framework Java yang bersifat open source yang digunakan untuk menulis dan menjalankan software testing secara berulang-ulang. JUnit mengikuti arsitektur xUnit dalam membuat framework unit testing-nya. JUnit dikembangkan oleh Erich Gamma dan Kent Beck. JUnit dapat diperoleh dengan mendownload dari situs http://junit.sourceforge.net/. Permasalahan utama yang sering muncul pada pengujian dengan metode konvensional adalah tidak efisiennya penggunaan waktu. Menuliskan statement-statement debug ke dalam kode adalah metode yang kurang efektif. Metode ini mengharuskan developer untuk mengamati output program dengan cermat setiap kali program dijalankan untuk memastikan program berjalan dengan benar. Dengan menggunakan JUnit untuk mengkodekan ekspektasi-ekspektasi dalam bentuk Automated Unit Testing, maka kegiatan pengujian menjadi lebih singkat.

Dalam unit testing, terdapat beberapa aturan penamaan yang harus diikuti. Sebuah test class harus memiliki nama yang sama dengan class yang akan di-test dan diberiprefix “test”.

Contoh:

Sebuah class Account akan memiliki sebuah test class dengan nama TestAccount.

Penamaan tersebut dimaksudkan untuk mempermudah dalam mengorganisasi unit testing

sebuah test class harus merupakan turunan (extends) dari classjunit.framework.TestCase. Untuk dapat menggunakan semua fungsi yang ada dalam package JUnit, kita harus meng-importjunit.framework.* pada tiap test class yang akan kita tulis.

Test Runner yang digunakan mempunyai fitur untuk mencari sekumpulan test case dalam suatu test class. Agar fitur tersebut dapat berfungsi, kita harus mendefinisikan method TestSuite( ), yang mengembalikan instance TestCase atau TestSuite. Keduanya  merupakan implementasi dari interface class  Test. Test Suite juga dapat digunakan untuk mengeksekusi test method, dimana nama test method tersebut tidak menggunakan kata “test”.

Method assert adalah suatu method yang akan membantu dalam menentukan
sebuah method yang sedang ditest/diuji berjalan dengan baik atau tidak. Bila
sebuah method mengalami kegagalan, eksekusi dari test method tersebut akan dibatalkan sedangkan test untuk method yang lainnya akan tetap berjalan.

sumber : http://www.scribd.com/doc/7038740/Unit-Testing

From → semester 8

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: