Skip to content

struktur jazz

Mei 29, 2010

Sejak Era bebop banyak musisi jazz memainkan musik jazz dengan form yang mirip dengan form “sonata allegro” yang berasal dari teori musik klasik:
1. Introduction
2. Exposition of theme
3. Development section
4. Recapitulation
5. Coda

Introduction apabila ada, adalah persiapan untuk masuk ke tema. Exposition of theme adalah tema dasar dari lagu tersebut, development section adalah saat komposer mengembangkan ide dari tema tersebut, recapitulation adalah pengulangan tema saat solo telah selesai, Coda adalah bagian penutup bagian penutup. Dalam jazz, bagian-bagian ini disebut intro, head, solo, head, coda atau ending.

Tidak semua musik jazz dimainkan dengan cara seperti ini, namun sebagian besar dari musik jazz tradisional dimainkan dengan cara yang mirip atau mendekati cara ini. Pada saat solo, rhythm section tetap mengikuti chord progression dari head lagu tersebut saat solois mengambil giliran untuk berimprovisasi. Satu kali putaran disebut chorus, dan setiap solois berhak mengambil beberapa chorus.

Improvisasi adalah aspek paling penting dalam musik jazz. Saat mendengarkan lagu jazz cobalah untuk menyanyikan dalam hati lagu aslinya pada saat solo. Kita akan menyadari bahwa beberapa musisi jazz memainkan solo berdasarkan tema lagunya. Dan beberapa lainnya memainkan jauh berbeda, bahkan terkadang pada saat memainkan tema.

Ada dua struktur dasar untuk “head” atau tema dalam jazz. Yang pertama adalah struktur blues yang biasanya dibentuk dalam 12 bar. Banyak variasi chord dalam progresi blues, tetapi rata-rata dibangun dalam 12 bar. Kami akan menerangkan mengenai progresi blues dalam bahasan berikutnya.

Untuk perkenalan ada baiknya kita mendengar beberapa lagu yang dibangun dalam progresi blues 12 bar seperti : route 66, billies bounce (charlie parker), Straight no chaser, blue monk (thelonius monk), all blues yang berirama 6/8.

Struktur lain yang sudah umum dalam jazz adalah AABA. Struktur ini lazim digunakan dalam struktur musik pop. Bentuk ini terdiri dari dua bentuk dasar,
1. verse/bagian A
2. bridge/bagian B
jadi formnya adalah: verse, verse, bridge, verse.

Bagian versenya mirip satu sama lain, perbedaannya terletak pada lirik, dan mungkin pada bagian dua bar terakhir. Banyak sekali lagu yang mempunyai bentuk seperti ini, jumlahnya ratusan.

Lagu-lagu ini kebanyakan berasal dari pertengahan abad ke 20, dan banyak diinterpretasi ulang oleh para musisi. Lagu-lagu ini seringkali disebut “lagu standar”. Lagu-lagu ini terdapat dalam realbook, anda bisa membeli di toko buku musik di kota anda. Atau foto kopi dari temenπŸ™‚ (tidak disarankan) hehehe.. (takut dikira mendukung pembajakan, tapi gw juga gitu kok..)

Struktur ini hanya gambaran dasar. Musisi-musisi besar menunjukkan kepada kita bahwa sangat memungkinkan untuk mengekspresikan musik tidak dalam struktur yang jelas terorganisir, sehingga kita lebih dapat mengekspresikan musik kita sendiri. Namun sebelum ke tahap tersebut kita perlu untuk mempelajari musik lebih mendalam. Ada istilah “If you want to break the rules, you have to know the rules first”.

sumber : http://teori-jazz.blogspot.com/

From → All 'bot Music

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: