Skip to content

BAHAGIA SELAMA HIDUP ? kenapa harus sedih, hidup sebentar ini ?

April 13, 2010

BAHAGIA SELAMA HIDUP ? kenapa harus sedih, hidup sebentar ini ?

Ada sesseorang yang selalu resah dan gelisah dalam hidupnya menemui seorang bijak dan berkata:”Guru, saya tidak pernah mendapatkan KEBAHAGIAAN dalam hidupku….
Tolong ajarkan saya agar HIDUPKU SELALU BAHAGIA !”

Orang bijak itu menjawab:
” Kebahagiaan itu sebenarnya tidak perlu kau cari….Kebahagiaan itu ada pada dirimu sendiri. Tapi kamu dapat belajar untuk menemukannya”

”Berapa lamakah waktu yang saya butuhkan untuk memperoleh kebahagiaan ?”

Orang bijak itu memandang si anak muda kemudian menjawab,
”Kira-kira sepuluh tahun.”

Mendengar hal itu anak muda tadi terkejut,
”Begitu lama?” tanyanya tak percaya.

”Tidak,” kata si orang bijak,
”Saya keliru. Engkau membutuhkan 20 tahun.”

Anak muda itu bertambah bingung.
”Mengapa Guru lipatkan dua,?” tanyanya keheranan.

Orang bijak kemudian berkata,
”Coba pikirkan, dalam hal ini mungkin engkau membutuhkan waktu 30 tahun.”

Apa yang terlintas dalam pikiran Kita ketika membaca cerita di atas?
Tahukah Kita mengapa semakin banyak orang muda itu bertanya,
semakin lama pula waktu yang diperlukannya untuk mencapai kebahagiaan?

Lantas,
bagaimana cara kita mendapatkan kebahagiaan?

Sebagaimana yang telah banyak disampaikan,
kebahagiaan hanya akan dicapai
kalau kita mau melakukan perjalanan KE DALAM.

Namun,
itu semua tidak dapat Kita peroleh dengan cuma-cuma.
Kita harus mau MEMBAYAR HARGANYA.

Agar lebih mudah kita gunakan analogi sebuah toko.
Nama toko itu adalah ”TOKO KEBAHAGIAAN”

Di sana tidak ada barang yang bernama ‘Kebahagiaan” karena
”Kebahagiaan” itu sendiri TIDAK DIJUAL.

Namun, toko ini menjual semua barang yang merupakan unsur-unsur pembangun kebahagiaan, antara lain: KESABARAN, KEIKHLASAN, RASA SYUKUR, KASIH SAYANG, KEJUJURAN, KEPASRAHAN KEPADA TUHAN dan RELA MEMAAFKAN.

Inilah ”barang-barang” yang Kita perlukan untuk mencapai kebahagiaan.

Tetapi, berbeda dari toko biasa, toko ini tidak menjual produk jadi.
Yang dijual di sini adalah BENIH.

Jadi, kalau Kita tertarik untuk Membeli ”Kesabaran” Kita hanya bisa mendapatkan ”Benih Kesabaran.”

Karena itu, segera setelah Kita pulang ke rumah Kita harus Berusaha Keras untuk Menumbuhkan dan memelihara Benih tersebut Sampai ia Menghasilkan BUAH KESABARAN.

Setiap Benih yang Kita beli di toko tersebut Mengandung Sejumlah Persoalan yang Harus Kita Pecahkan. Hanya bila Kita MAMPU Memecahkan Persoalan tersebut,
Kita akan Menuai Buahnya.

Benih yang dijual di toko itu juga bermacam-macam tingkatannya.
”Kesabaran Tingkat 1,” misalnya, berarti menghadapi kemacetan lalu lintas atau
pengemudi bus yang ugal-ugalan.

”Kesabaran Tingkat 2” berarti menghadapi orang yang sewenang-wenang atau
orang yang suka memfitnah..

”Kesabaran Tingkat 3”,misalnya, adalah menghadapi keluarga Kita yang sendiri. Seperti menghadapi Istri yang cerewet atau suami yang nyebelin,malas dan kurang perhatian

Produk yang lain misalnya ”BERSYUKUR”
”Bersyukur Tingkat 1” adalah bersyukur di kala SENANG siap bersedekah kala kantong tebal, sementara ”Bersyukur Tingkat 2” adalah bersyukur di kala SUSAH sedang defisitpun tetap bersedekah.

”KEJUJURAN Tingkat 1,”misalnya, kejujuran dalam Kondisi Biasa, sementara
”Kejujuran Tingkat 2” adalah kejujuran dalam Kondisi TERANCAM.

Inilah sebagian produk yang dapat dibeli di ”Toko Kebahagiaan”.

Setiap produk yang dijual di toko tersebut Berbeda-beda Harganya
sesuai dengan KUALITAS KARAKTER yang Ditimbulkannya.

Yang TERMAHAL ternyata adalah ”KESABARAN” karena
kesabaran ini merupakan Bahan Baku dari Segala Macam Produk yang Dijual di sana.

Seorang filsuf pernah mengatakan,
”Apa yang Kita Peroleh dengan TERLALU MUDAH PASTI KURANG Kita HARGAI.
Hanya Harga yang MAHAL-lah yang Memberi NILAI kepada SEGALANYA.
Tuhan Tahu Bagaimana MEMASANG Harga yang Tepat pada Barang-barangnya.”

Maka ketika kita Menyambut Setiap Masalah dengan Penuh KEGEMBIRAAN akan memperoleh ”OBAT dan VITAMIN” yang terkandung disetap Masalah yang terjadi.

Dengan demikian Kita akan BERTERIMA KASIH kepada Orang-orang yang Telah Menyusahkan Kita karena Mereka Memang ”diutus” untuk Membantu Kita.

Pengemudi yang ugal-ugalan, orang yang jahat, orang yang sewenang-wenang adalah
Peluang untuk MEMBENTUK Kesabaran.

Penghasilan yang Pas-pasan adalah peluang untuk MENUMBUHKAN RASA SYUKUR.

Suasana yang Ribut dan Gaduh adalah Peluang untuk MENUMBUHKAN KONSENTRASI.

Bertemu dengan Orang-orang yang TAK TAHU BERTERIMA KASIH adalah
Peluang untuk Menumbuhkan PERASAAN KASIH Tanpa Syarat.

Orang-orang yang MENYAKITI Kita adalah Peluang untuk MENUMBUHKAN Kualitas RELA MEMAAFKAN.

Sebagai penutup Marilah kita Renungkan ungkapan berikut ini:

”Aku memohon Kekuatan dan
Tuhan memberiku Kesulitan-kesulitan untuk Membuatku KUAT.

Aku memohon Kebijaksanaan dan
Tuhan memberiku Masalah untuk Diselesaikan.

Aku memohon Kemakmuran dan
Tuhan memberiku TUBUH dan OTAK untuk Bekerja.

Aku memohon Keberanian dan
Tuhan memberiku berbagai BAHAYA untuk aku Atasi.

Aku memohon Cinta dan
Tuhan memberiku Orang-orang yang Bermasalah untuk Aku Bantu.

Aku mohon Berkah dan Tuhan memberiku berbagai Kesempatan.

Aku Tidak Memperoleh Apapun yang Aku Inginkan,
tetapi Aku MENDAPATKAN Apapun yang Aku BUTUHKAN.”

From → wejangan

2 Komentar
  1. kadang kebahagian tercipta dgn cara memaksa diri sendiri tuk sedih dan tabah terlebih dahulu

  2. retno permalink

    wah sepertinya untuk mencapai bahagia kita harus fokus dengan kata-kata diatas dan tidak melihat atas bawah dan kanan kiri lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: